Waspada Memilih Rehabilitasi Narkoba

  • Whatsapp
Rehabilitasi Narkoba

Kebanyakan masyarakat mungkin mengira jika pecandu narkoba yang mengikuti rehabilitasi narkoba cuma menghabiskan uang negara saja bila memanfaatkan panti rehabilitasi pemerintah. Tidak seperti itu, rehabilitasi narkoba baik di panti pemerintah atau swasta kenyataannya sangat bermanfaat bagi pecandu. Namun khusus panti swasta, peserta harus waspada memilih rehabilitasi narkoba.

Tahapan Rehabilitasi Narkoba

Pecandu obat-obatan terlarang bagaimanapun keadaannya masih lah sebagai anak bangsa yang harus dilindungi dan disehatkan. Tidak usah beranggapan untung rugi ketika hendak mengikutkan pecandu dalam program rehabilitasi. Rehabilitasi narkoba Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi sungguh bagus bagi mereka yang ketergantungan obat-obatan terlarang. Untuk dimengerti, ada tiga tahapan rehabilitasi untuk pengguna narkoba yaitu sebagai berikut :

  • Tahapan rehabilitasi medis (detoksifikasi) : Untuk tahap pertama ini pengguna akan dicek segenap kesehatannya mulai dari tubuh hingga psikologis yang ditangani para dokter profesional. Nanti tim dokter yang akan menentukan apakah pengguna harus disediakan jenis obat-obatan tertentu demi menekan efek putus obat atau sakau yang kemungkinan dialami. Pemberian obat-obatan itu biasanya ditentukan oleh macam narkoba serta tingkat keparahan sakau. Untuk tindakan tersebut dokter harus peka, pengalaman, serta keahlian dalam mengenali efek kecanduan obat-obatan terlarang itu.
  • Tahapan rehabilitasi nonmedis : pada tahapan rehabilitasi ini pengguna akan mengikuti program khusus antara lain program therapeutic communities (TC), 12 steps, program keagamaan, dan beberapa program berguna lain.
  • Tahapan bina lanjut (after care) : tahapan ini pengguna akan disajikan berbagai aktifitas menurut bakat dan minat dalam mengisi kegiatan keseharian. Pengguna bisa kembali ke sekolah atau bekerja akan tetapi masih di bawah monitor petugas.

Pada tiap tahapan rehabilitasi dibutuhkan monitoring dan penilaian terus-menerus pada proses pemulihan pengguna. Ada baiknya apabila pengguna merasa kesulitan melepaskan diri dari godaan narkoba maka mereka bisa mengkonsultasikan ke pihak berwenang. Jangan sampai  membiarkan hasrat menggunakan narkoba muncul kembali. Di samping bisa merusak kesehatan fisik, pastinya perbuatan tersebut akan menyebabkan proses hukum yang berat.

Rehabilitasi Narkoba Ashefa Griya Pusaka

Memperkenalkan Ashefa Griya Pusaka, sebuah pusat rehabilitasi ketergantungan narkoba yang berdiri di beberapa tempat. Program rehabilitasi narkoba adalah suatu kegiatan atau proses untuk membantu para korban penyalahguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) atau pecandu narkoba agar mencapai kemampuan fisik, psikologis dan sosial yang maksimal.

Di Ashefa Griya Pusaka program rehab narkoba dilakukan secara terintegrasi dan ditangani oleh tenaga profesional yang telah tersertifikasi. Masing-masing klien akan mendapatkan terapi dengan metode Individual Treatment Plan secara eksklusif, juga dengan adanya fasilitas premium akan mendukung proses pemulihan secara maksimal dan optimal.

Rehabilitasi narkoba di Ashefa Griya Pusaka terdiri dari empat program lengkap yang meliputi :

  • Program Skrining : Proses awal untuk mengindentifikasi risiko penggunaan zat pasien.
  • Program Asesmen : Rangkaian pemeriksaan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan adiksi pasien.
  • Program Observasi : sebagai tindak lanjut dari asesmen untuk mendapatkan gambaran detail terhadap masalah yang dihadapi pasien.
  • Program Rencana Intervensi : di tahap ini psikolog, psikiater, dokter, dan konselor berkolaborasi mengidentifikasi kebutuhan pasien dan menentukan program rehabilitasi yang tepat.

Program rehabilitasi narkoba di Ashefa Griya Pusaka terdiri dari layanan rawat inap yang kemudian jugan program rawat jalan. Untuk rawat inap bagi pasien narkoba di Ashefa Griya Pusaka akan menjalani :

  • 28 hari ke-1 : peserta memperoleh pendampingan medis serta pengetahuan adiksi dasar, penggunaan zat, menghadapi kekambuhan, sampai rencana pemulihan berikutnya.
  • 28 hari ke-2 : peserta memperoleh terapi dan edukasi untuk menindaklanjuti kondisi-kondisi lainnya dampak dari penggunaan narkoba.
  • 28 hari ke-3 : penderita memperoleh terapi dan pengetahuan mendalam mengenai kondisi-kondisi lainnya yang muncul imbas dari pemakaian narkoba.

Sementara untuk program rawat jalan, Ashefa Griya Pusaka menawarkan program pemulihan bagi pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika yang terdiri :

  • Intensif : 12 – 24 kali pertemuan dalam rentang waktu: 45 – 60 hari dengan 2 sesi per minggu dan 1 – 2 jam per sesi.
  • Reguler : 8 – 12 kali pertemuan dalam rentang waktu: 45 – 60 hari dengan 1 sesi per minggu dan 1 – 2 jam per sesi.

Ashefa Griya Pusaka pun memiliki program WELLNESS & HOLISTIC. Terapi holistik adalah bentuk pengobatan non-medis dengan tujuan menyeimbangkan kondisi mental, tubuh, dan pikiran. Metode terapi holistik tersebut bisa dilaksanakan dengan beberapa aktivitas terdiri dari: yoga, meditasi, terapi pijat, konseling, dan terapi rekreasi. Terapi tersebut bertujuan membantu peserta dalam mengidentifikasi penyebab pemakaian narkoba, meningkatkan kemampuan pengendalian diri dari kecanduan, memperkuat kualitas kesehatan tubuh, mengembangkan rasa percaya diri, serta mengurangi potensi kambuh.

Ada lagi program REKREASIONAL, adalah rangkaian kegiatan hiburan di dalam dan di luar fasilitas yang merupakan bagian dari program rehabilitasi narkoba. Outing misalnya, peserta akan memperoleh kegiatan hiburan dengan pengawasan dari petugas. Lalu ada Saturday Night Activity yang diadakan berupa acara BBQ , memutar film, hingga bernyanyi bareng.

Related posts