Bayi Berkulit Sensitif Tak Bisa Asal Pakai Popok

  • Whatsapp
Bayi Berkulit Sensitif

Sebelum memiliki bayi, orang tua harus dibekali dengan cara mengganti popok untuk si kecil. Hal tersebut penting karena dalam beberapa waktu setelah memiliki bayi, mengganti popok akan menjadi rutinitas sehari-hari. Sepanjang 24 jam sehari, popok bayi harus sering diganti karena akan sering kotor karena urin dan feses. Bayi berkulit sensitif harus mendapat perhatian lebih, terutama dalam hal popok.

Kamu tak bisa asal dalam memilih popok yang akan dipakai oleh si kecil. Pilih ukuran popok yang tidak terlalu ketat agar sirkulasi udara buat kulit bayimu tetap terjaga. Selain itu, pilih bahan yang nyaman dan tidak panas. Untuk bayi berkulit sensitif, popok dengan bahan tertentu terkadang meninggalkan luka dan bekas kemerahan. Siapkan diaper cream bayi untuk kulit sensitif sebagai upaya pencegahan.

Berikut langkah-langkah mengganti popok untuk bayi berkulit sensitif:

  1. Pastikan Kebersihan Tangan

Sebelum mengganti popok bayimu, jangan lupa cuci tangan sampai bersih. Tangan yang kotor bisa mengundang bakteri dan jamur yang membuat kulit sensitif bayi menjadi bermasalah.

  1. Lepas Popok Bayi

Cukup lepas rekatan yang ada pada popok untuk membuatnya terlepas. Buang popok bekas yang sudah kotor.

  1. Bersihkan Daerah yang Tertutup Popok

Seka bagian tubuh bayi dengan tisu basah atau lap air hangat. Bokong, paha, dan alat kelamin harus bersih sebelum memasang popok baru. Pastikan tak ada kotoran yang tertinggal hingga ke lipatan kulit.

  1. Pakai Krim Khusus untuk Jaga Kulit Bayi

Untuk bayi berkulit sensitif, krim popok mutlak diperlukan. Cegah ruam dan iritasi dengan diaper cream alias krim popok. Krim tersebut mampu menjaga kulit bayi tetap lembap meski tertutup popok.

  1. Pasang Popok Baru

Setelah semua bagian telah bersih, siapkan popok baru yang masih bersih. Pakaikan ke bayimu dengan cara merekatkan kedua sisi popok.

Selain untuk bayi yang berkulit sensitif, krim popok juga baik dipakai oleh bayi berkulit tidak peka. Krim tersebut bisa mengantisipasi ancaman bahaya akibat pemakaian popok. Krim popok bisa menjaga tingkat kelembapan pada kulit bayi yang tertutup. Hal itu bisa mencegah tumbuhnya jamur dan masalah kulit pada bayi.

Related posts